Pulepayung

PULE PAYUNG, wisata alam yang baru di Jogja

Pule Payung merupakan salah satu destinasi wisata yang terdapat di Jogja. Dari pusat kota Jogjakarta, perjalanan bisa ditempuh kurang lebih satu jam perjalanan. lokasi obyek wisata baru ini tidak terlalu jauh dari Kali Biru. Diberi nama Pule Payung, karena objek wisata ini terletak di Bukit Pule Payung, Dusun Soropati, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap. Objek wisata ini dibuka di atas lahan milik beberapa warga dengan luas mencapai dua hektar. Di pule Payung Anda akan berada di ketinggian sekitar 700 MDPL, dengan begitu Anda akan bisa menikmati pemandangan alam dan bukit yang sangat indah.

Objek wisata Pule Payung bisa menjadi alternatif karena Kali Biru saat ini sudah terlalu banyak pengunjung. Bahkan anda harus antri untuk masuk dan menikmati berbagai fasilitas yang ada. Karena itu tak ada salahnya mencoba berkunjung ke pule Payung dan menikmati fasilitasnya yang tak kalah serunya dibandingkan dengan yang ada di Kali Biru. Apalagi keduanya berada di atas ketinggian Bukit Menoreh sehingga memiliki banyak kesamaan fasilitas. Tak hanya menawarkan keindahan alam dan kesejukan udara, obyek wisata Pule juga spot foto dengan latar belakang Waduk Sermo. Obyek wisata Pule Payung tak kalah cantiknya dengan wisata lain yang juga menggunakan Waduk Sermo sebagai daya tarik. Dari cerita masyarakat setempat, di lokasi tersebut pernah ditumbuhi sebuah pohon pule berbentuk menyerupai payung dengan ukuran besar. Meski telah tumbang, warga setempat sudah menamai bukit di sana dengan nama Bukit Pule Payung.

Apa saja sih yang menarik di Pule Payung? Ada banyak spot menarik yang bisa anda pilih di lokasi ini. Yang paling popular adalah jembatan surga dan papan gardu pandang di atas ketinggian. Papan gardu pandang ini berbentuk heksagonal sehingga seperti papan yang diletakkan di awan. Dari tempat ini anda bisa menikmati cakrawala kehijauan maupun pesona Waduk Sermo dari kejauhan, seperti yang selama ini bisa anda dapatkan di Kali Biru. Keunikan lain dari Pule Payung yang juga cukup popular adalah bersepeda di atas awan. Ha..kok bisa? Begitu mungkin respon anda. Ya bisalah karena fasilitas ini berupa sting kawat yang dibentangkan antar pohon dimana anda bisa naik sepeda sambil bergelantungan di kawat. Berfoto dengan sepeda di awan akan membuat anda terlihat eksotis bukan?!

Selain itu anda juga bisa menikmati beragam fasilitas seru lainya, seperti lolipop, wolu, ataupun melayang dengan flying fox. Jangan lupa menyiapkan kamera untuk mengabadikan berbagai momen dan aksi seru di obyek wisata Pule Payung yang sangat instagramable. Meskipun relative baru, namun destinasi wisata ini juga cukup lengkap dengan sarana lainnya, seperti mushola, gazeboo, serta warung makan. Didukung keindahan alam dan sejuknya udara di Pule Payung membuat liburan anda akan terasa sangat mengesankan.

Dinamakan Pule Payung karena di tempat ini terdapat pohon yang namanya Pule. Pohon Pule ini merupakan jenis pohon perdu yang bisa digunakan untuk berteduh. Jadi, Pule Payung adalah nama pohon yang bisa digunakan untuk berteduh. Pemandangan yang disuguhkan sangat mempesona, jauh dari keramaian dan polusi. Dari pintu masuk, Anda akan disuguhi pemandangan yang menarik berupa jajaran-jajaran pegunungan menoreh yang masih hijau subur mengelilingi Pule Payung. Setelah membeli tiket masuk, Anda akan diminta melewati jembatan untuk menuju lokasi spot-spot foto. Anda akan disuguhi beberapa spot untuk berfoto. Ada “Jembatan Surga”, nama gardu pandang yang berbentuk jembatan dengan background pemandangan Waduk Sermo, ada spot Lolipop, spot Wolu, spot Angkasa dan jika Anda ingin menguji adrenalin bisa mencoba spot sepeda gantung dan flying fox. Spot-spot foto ini berlatar belakang Waduk Sermo dan jajaran perbukitan Menoreh.

Biaya tiket masuk, jasa foto dan spot masih terbilang terjangkau yaitu mulai 5.000 rupiah per orang. Anda akan puas meskipun jalan menuju Pule Payung lumayan ekstrim dengan jalan yang berliku naik-turun. Akan tetapi, Anda akan mendapatkan suguhan pemandangan yang fantastik. Jangan salah lho, lokasi wisata ini sudah banyak dikunjungi wisatawan-wisatawan asing.

Sumber : Kakek Google, pengalaman dan cerita kawan kawan di google