Objek Wisata di Area Malioboro

Objek wisata di Malioboro

Dari sekian banyak tempat menarik di kawasan Jalan Malioboro, Mas Jo akan coba berbagi beberapa tempat yang sekaligus bisa di kunjungi ketika berada di Malioboro. Selamat membaca :

1. Malioboro

  malioboroMalioboro disiang hari merupakan kawasan berbelanja yang cukup panjang ± 2 KM dengan jualan berbagai aneka barang dan pernak-pernik yang relatif murah dan hebatnya masih bisa ditawar :-). Di sepanjang koridor jalan Malioboro ini selain berbagai dagangan unik yang di dominasi khas Yogyakarta, juga tersaji pemandangan bangunan klasik yang masih kokoh sejak jaman penjajahan. Ramainya para pejalan kaki yang seakan tidak putus dan berbagai pemandangan membuat kita lupa waktu dan jarak yang telah di tempuh di Malioboro. Tau2 da nyampe di ujung jalan Malioboro dan kaki sudah mulai terasa pegel :-). Tapi namanya juga jalan2 rasanya tetap menyenangkan….

MALIOBORO_4Malioboro di malam hari masih saja ramai dan tetap cantik dengan lampu2 jalannya… namun di malam hari pemandangan yang tersaji lebih ke kuliner dan seniman jalanan Kota Yogyakarta yang siap menghibur di sepanjang jalan Malioboro.

Yang menjadi tempat favorit di malam hari di jalan Malioboro berada di selatan Jalan Malioboro, tepatnya depan benteng museum 11 Maret dan Istana Kepresidenan Yogyakarta yang disebut 0 KM. Lokasinya asyik untuk menikmati Kota Yogyakarta di malam hari, Ramainya lokasi ini tidak membuat kenyamanan bagi orang2 yang sekedar jalan2, atau bahkan mampir untuk ngobrol tidak terganggu. Selain itu sering sekali para seniman menyuguhkan hiburan yang menarik di area ini.

 2. Pasar Beringharjo

beringharjoPasar Beringharjo terletak di kawasan Malioboro yang merupakan pasar tradisional yang telah melewati 3 fase yaitu : jaman kerajaan, penjajahan dan kemerdekaan yang dulunya hanya merupakan area pohon beringin dan di jadikan sebagai tempat transaksi ekonomi oleh warga masyarakat Yogyakarta setelah berdirinya kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat (1758 M). Oleh karena itu Beringharjo memiliki arti, wilayah yang semula beringin (bering)diharapkan dapat memberikan kesejahteraan (harjo). Beringharjo merupakan perpaduan dua pasar: tradisional dan modern. Selain berdiri sebagai wisata belanja, pasar yang terletak di jalan Malioboro ini juga merupakan salah satu tempat wisata sejarah di Jogjakarta.

pasar beringharjoYang terdapat di dalam pasar Beringharjo pada umumnya sebahagian besar telah tersedia di koridor jalan sepanjang Malioboro. Akan tetapi harga yang di tawarkan di Pasar Beringharjo lebih murah, barang lebih bervariasi dan tentunya bisa di tawar. Pasar Bringharjo sendiri hanya beroperasi jam 06.00 – 17.00 saja. Jadi bagi anda yang hanya ingin berbelanja saja dan tidak memiliki waktu yang banyak sebaiknya langsung ke dalam Pasar Bringharjo saja. Semua komplit mulai dari batik, jajanan pasar, uang kuno, pakaian anak dan dewasa, makanan cepat saji, bahan dasar jamu tradisional, sembako hingga barang antik. Tambahan bagi yang ingin membeli pernak pernik khas butik grosir murah baik sebagai oleh2 atau di jual kembali bisa mampir di gang selatan Pasar Beringharjo dengan nama Toko Petra yang bergerak dibidang retail maupun eceran bahan-bahan maupun perlengkapan aksesoris.

3. Mirota Batik

membatik di mirota batikMirota Batik yang dibuka sekitar tahun 1980, awalnya berkonsep sebagai Malioboro Baru sebagai pasar kecil dengan beberapa kios atau stand. Mirota adalah kependekan dari Minuman, Roti dan Tawar, dimana nama tersebut diadopsi dari dagangan orang tua pemilik Mirota Batik saat ini (Hamzah). Lokasi Mirota Batik berada di depan pasar Beringharjo, dengan desain interior yang bernuansa jawa klasik, maka ketika memasuki Toko Mirota Batik akan sangat terasa nuansa keratonnya dengan disambut  karyawan yang berpakaian jawa bersanggul, kebaya dan kain batik, hingga pernak perniknya.

mirota-batikDi tiap sudut Mirota Batik selalu terhirup bau kembang setaman dan dupa sebagai aromaterapi ruangan. Mirota Batik kini menjadi salah satu pilihan objek wisata belanja, dengan kelengkapan produknya yang unik terutama batiknya. Untuk harga barang2 di Mirota Batik sudah memiliki label harga yang tidak bisa di tawar lagi. Akan tetapi dengan variasi barang yang unik dan beragam harga yang di tawarkan masih cukup relatif murah, selain itu Mirota Batik beroperasi sampai malam hari jam 21.00.

4. Benteng Vredeburg

Benteng 1980-anBangunan yang dulu dikenal dengan nama Rusternburg (peristirahatan) dibangun pada tahun 1760. Kemegahan yang dirasakan saat ini dari Benteng Vredeburg pertama kalinya diusulkan pihak Belanda melalui Gubernur W.H. Van Ossenberch dengan alasan menjaga stabilitas keamanan pemerintahan Sultan HB I. Usulan pembangunan benteng ini di sinyalir dikarenakan kemajuan yang sangat pesat akan pembangunan kraton yang didirikan Sri Sultan HB I sehingga menimbulkan rasa kekhawatiran pada pihak Belanda yang kemudian mengusulkan untuk membangun sebuah benteng disekitar wilayah kraton dengan dalih agar Belanda dapat menjaga keamanan kraton dan sekitarnya.

kunjungan ke vredeburgAkan tetapi maksud sesungguhnya Belanda adalah untuk memudahkan melakukan kontrol perkembangan yang terjadi di kraton. Hal ini bisa dilihat dari letak benteng yang hanya satu jarak tembak meriam dari kraton dan lokasinya menghadap ke jalan utama menuju kraton merupakan indikasi utama bahwa fungsi benteng dapat dimanfaatkan sebagai benteng strategi, intimidasi, penyerangan dan blokade.

Pada tanggal 9 Agustus 1980 dengan persetujuan Sri Sultan HB IX Benteng Vredeburg dijadikan sebagai Pusat Informasi dan Pengembangan Budaya Nusantara dan pada tanggal 16 April 1985 dilakukan pemugaran untuk dijadikan Museum Perjuangan.

benteng-vredeburgMuseum ini dibuka untuk umum pada tahun 1987. Tanggap 23 November 1992 Benteng Vredeburg resmi menjadi Museum Perjuangan Nasional dengan nama Museum Benteng Vredeburg. Kini Benteng Vandeburg difungsikan sebagai museum modern, Benteng Vredeburg memiliki koleksi lengkap meliputi koleksi bangunan, koleksi realia, koleksi foto termasuk miniatur dan replika serta koleksi lukisan.

Selain itu terdapat pula 4 ruang pameran minirama sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Menjelajahi museum Vandeburg sangat menyenangkan, karena dilengkapi dengan miniatur dan informasi sejarah yang komplit yang pernah terjadi di di masa kesultanan Yogyakarta, membuat kita benar2 merasakan beratnya perjuangan pada masa itu.

 5. Istana Negara Kepresidenan Yogyakarta / Gedung Agung

gedung-agung-di-yoyakartaIstana kepresidenan Yogyakarta awalnya adalah rumah kediaman resmi residen Ke-18 di Yogyakarta (1823-1825). Ia seorang Belanda bernama Anthonie Hendriks Smissaert, yang sekaligus merupakan penggagas atau pemrakarsa pembangunan Gedung Agung ini. Gedung ini didirikan pada bulan Mei 1824 di masa penjajahan Belanda. Ini berawal dari keinginan adanya “istana” yang berwibawa bagi residen-residen Belanda. Arsiteknya bernama A. Payen; dia ditunjuk oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada masa itu. Gaya bangunannya mengikuti arsitektur Eropa yang disesuaikan dengan iklim tropis.

gedung-agungSebuah peristiwa sejarah yang tidak dapat diabaikan adalah fungsi Gedung Agung pada awalnya berdirinya Republik Indonesia (tanggal 3 Juni 1947). Pada saat itu Gedung Agung berfungsi sebagai tempat pelantikan Jenderal Soedirman, selaku Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI). Selain itu, selama tiga tahun (1946-1949), gedung ini berfungsi sebagai tempat kediaman resmi Presiden I Republik Indonesia. Setelah mengalami sejarah yang panjang, akhirnya Gedung Agung menjadi salah satu Istana Kepresidenan. Selain memiliki gedung induk, Gedung Agung juga dikelilingi wisma-wisma seperti Wisma Negara, Wisma Indraphrasta, Wisma Sawojajar, Wisma Bumiretawu, dan Wisma Saptapratala.

 6. Taman Pintar & Shopping Centre

taman pintarTaman Pintar Yogyakarta adalah wahana wisata yang berada di timur benteng Vandeburg. Taman ini memadukan tempat wisata rekreasi maupun edukasi dalam satu lokasi. Taman Pintar memiliki arena bermain sekaligus sarana edukasi yang terbagi dalam beberapa zona. Dan juga memiliki akses langsung kepada pusat buku eks Shopping Centre. Tempat rekreasi ini sangat baik untuk anak-anak pada masa perkembangan. Taman Pintar sendiri merupakan gagasan pemerintah kota Yogyakarta untuk memfasilitasi besarnya minat masyarakat terhadap ilmu pengetahuan. Gelar Kota Pelajar sedikit banyak mempengaruhi pendirian tempat wisata dan belajar Taman Pintar Yogyakarta ini.

planetariumSegmentasi utama Taman Pintar pelajar pra-sekolah hingga sekolah menengah bisa dengan leluasa mendalami pelajaran sains di sekolah melalui pengamatan langsung. Secara sederhana, Taman Pintar adalah laboratorium dengan kemasan rekreasi. Namun kenyataannya orang dewasa pun sangat menikmati berkunjung ke area Taman Pintar, kawasan yang menarik dengan suguhan berbagai informasi ilmu pengetahuan tak jarang membuat orang dewasa pun akan berkata… Ow… Ternyata Begitu Yah… 🙂

shopping-center-yogyakartaDan tepat di sebelah Taman Pintar ada Shopping Centre yang merupakan pusat tempat penjualan buku lengkap di Yogyakarta, dari buku baru hingga buku bekas… dari buku terbitan baru hingga buku lawas. Meskipun tiap buku sudah memiliki label harga tapi jangan sungkan untuk kembali menawar… 🙂

Sedikit informasi yang bisa Mas Jo bagikan mengenai apa saja yang menarik di area Malioboro semoga bisa memberikan manfaat… Selanjutnya, silahkan merasakan sensasi berkunjung ke Malioboro Yogyakarta yang juga merupakan salah satu tempat saksi perjuangan bangsa Indonesia…

Sumber didapatkan dari pengalaman Mas Jo & di lengkapi dengan sumber2 bantuan Mbah Google.

Masjo Tour : Paket Wisata Jogja – Tour Jogja