Desa Wisata Gamplong

Desa Wisata Gamplong

Desa Wisata Gamplong adalah desa wisata kerajinan tenun yang berada di Padukuhan Gamplong Desa Sumber Rahayu Kecamatan Moyudan. Desa wisata yang terletak di sebelah barat Kota Yogyakarta ini cukup menarik untuk disinggahi wisatawan terlebih karena masih adanya industri kerajinan tenun tradisional dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Dengan ATBM, masyarakat perajin Gamplong mampu menghasilkan kain tenun sebagai bahan stagen (kain panjang untuk melilit bagian perut wanita). Selain kerajinan tenun, perajin juga mampu memproduksi kerajinan anyaman untuk suvenir. Sejak sekitar tahun 1950, Gamplong dikenal sebagai desa penghasil kerajinan tenun. Terdapat tak kurang dari 24 pengrajin yang menggeluti usaha tenun yang umumnya didapatkan secara turun temurun dari leluhur mereka. Tak hanya terkenal dengan ATBM-nya, Desa Wisata yang teletak di Jl. Raya Wates Yogya Km 14 ini juga terkenal dengan kreativitas warganya yang mampu memanfaatkan eceng gondok, lidi kelapa, mendong, dan akar wangi yang hingga menjadi sejumlah produk istimewa yang mempunyai jual bahkan ekspor. Produk yang dapa mereka hasilkan berupa tas, dompet, aksesori wanita, gorden, dll

Saat ini bertempat di Desa Wisata Gamplong, sebuah destinasi wisata baru dikembangkan bernama Gamplong Studio Alam Sleman. Sekitar 16 kilometer dari Titik Nol Yogyakarta, Gamplong Studio Alam ini jadi sorotan banyak orang lantaran dijuluki ‘Mini Hollywood’. Julukan Mini Hollywood ini bukan tanpa alasan. Gamplong Studio sendiri merupakan lokasi yang dijadikan syuting film terbaru besutan Hanung Bramantyo, Sultan Agung The Untold Love Story. Mengambil setting abad ke-16 dan 17, lahan yang semula tanah kas milik desa disulap jadi kawasan Indonesia abad ke-16. Lahan seluas 2 hektare itu disulap jadi kawasan Indonesia zaman dulu. Beberapa bangunan semi permanen didirikan seperti Gerbang Keraton Karta Kerajaan Mataram, Pendopo Alit Keraton Karta, Pendopo Ageng Keraton Karta, Benteng Holandia atau Batavia, Kawasan Kampung Mataram, dan Kampung Pecinan masa lampau.

Beberapa bangunan yang ada di Gamplong Studio Alam ini banyak menarik perhatian wisatawan baik dari masyarakat sekitar hingga luar daerah. Pihak Mooryati Soedibyo selaku pemilik studio ini mengungkapkan, usai selesainya proyek film Sultan Agung, pihaknya menghibahkan studio alam kepada pemerintah daerah untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata baru di Sleman. Film Bumi Manusia pun yang kini sedang tayang oleh Sutradara Hanung juga mengambil lokasi ini dalam proses syutingnya. Gamplong Studio Alam ini dibangun mulai Oktober 2017 lalu. Meski baru, tapi antusias masyarakat terhadap keberadaan Gamplong Studio Alam ini dirasa bagus. Tak sedikit orang yang merasa penasaran dengan lokasi syuting film Sultan Agung. Desa wisata gamplong ini pun makin ramai dikunjungi orang. Di sana mereka bisa berfoto selfie dengan latar bangunan abad ke-16. Tak ketinggalan, di sisi lain dari Studio Alam Gamplong terdapat rumah jawa kuno yang dindingnya terbuat dari anyaman bambu dan dilengkapi dengan kandang sapi dan gerobak kayu.  Terdapat pula Kampung Belanda lengkap dengan benteng VOC, Kampung Pecinan, dan aliran Sungai Ciliwung yang diatasnya terdapat sebuah jembatan besi. Penampilan tersebut membawa pengunjung terlempar pada abad ke-16. Hal inilah yang membuat Studio Alam Gamplong dijuluki sebagai “Mini Hollywood”

sumber :  Kak Google, survey dan beberapa teman kecil di media2 info seputar Jogja